Jumat, 16 Desember 2011

Naruto Chapter 1(Part 3): UZUMAKI NARUTO!!!

Naruto Chapter 1(Part 3):
UZUMAKI NARUTO!!!
Cerita sebelumnya…..
“Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku bukan Iruka?!” tanya Iruka palsu yang ternyata adalah Mizuki yang menggunakan ‘Henge no jutsu’.
“He he he,” ucap Naruto dengan cengirannya.
Boft!!!!
“Karena akulah Iruka,” seru Iruka yang melepaskan jutsu perubahannya. Ternyata dia berhasil mendahului Mizuki dan menyamar menjadi Naruto palsu.
“Jadi begitu,” ucap Mizuki dengan cengirannya.
*****
Nampak dari kejauhan, Naruto yang sedang bersembunyi dibalik pohon. Gulungan terlarang dipeluk erat dengan tangannya sambil memperhatikan Mizuki dan Iruka.
“He he he, kau baru saja berubah menjadi apa yang membunuh orangtuamu untuk melindunginya,” ledek Mizuki pada Iruka yang masih bersandar di sebuah pohon akibat serangan tadi.
“Aku tak menginginkan gulungan itu jatuh ke tangan orang sepertimu!” kata Iruka.
“Bodoh kau! naruto dan aku itu sama!” seru Mizuki membuat Iruka kaget sekaligus bingung.
“Apa maksudmu?” tanya Iruka. Naruto nampak mendengarkan percakapan mereka dari jauh.
“Jika kau menggunakan jurus yang ada di gulungan itu, kau bisa melakukan apapun yang kau mau. Tetap ada kemungkinan Kyuubi akan menggunakan kekuatan dari gulungan itu. Berbeda sekali dengan yang kau duga,” terang Mizuki.
“Ya,” jawab Iruka singkat. Naruto terkejut kemudian tertunduk sedih setelah mendengar jawaban dari Iruka.
‘Aku dengar itu, bahkan guru Iruka juga tidak mengakuiku,’ kata Naruto dalam hati yang terasa sendu.
“Kyuubi mungkin melakukan itu. Tapi, Naruto berbeda. Dia…. Aku terlah mengakuinya sebagai murid terbaikku,” ucap Iruka. Nampak Naruto terkejut mendengar penuturan Iruka.
”Dia mungkin agak pemalas. Dan dia juga canggung karena tidak ada yang menerimanya, dia sudah tahu rasa sakit dihatimu. Tetapi dia bukan Kyuubi. Dia salah satu ninja Konoha. Dia Uzumaki Naruto,” lanjut Iruka menatap Mizuki tajam.
Teesh….
Setetes air jatuh. Naruto menangis mendengar penuturan Iruka. Tangisan bahagia karena dia telah diakui oleh Iruka. Nampak Mizuki kesal dan tidak menerima penjelasan Iruka.
“Huh! Terserah!” seru Mizuki sambil mengambil shuriken besar yang dia bawa dibalik punggungnya.
“Arrgh! Ugh!” Iruka mengaduh saat mencoba bangun dari duduknya akibat bekas luka tusukan Shuriken dipunggungnya saat melindungi Naruto tadi –tengok Naruto ch 1 (Part 2)-.
“Iruka, aku pernah mengatakan akan mengurusmu nanti. Tapi aku berubah pikiran. Matilah kau!!!!” seru Mizuki mengambil posisi siap melemparkan shuriken kearah Iruka. Namun, Iruka nampak tersenyum dengan darah yang mengalir dimulutnya.
DUAK!!! SWIIIING!!!
Naruto keluar dari tempatnya bersembunyi. Dengan telak Naruto menyerang Mizuki, sehingga shuriken besar itu terlepas dari genggamannya.
“Naruto!!!” ucap Iruka yang masih sangat terkejut.
“Tak seharusnya kau melakukan itu,” geram Mizuki yang jatuh tersungkur ke tanah akibat serangan mendadak Naruto.
“Jangan sentuh guru Iruka! Atau kubunuh kau!!” ucap Naruto tajam.
“Bodoh, kenapa kau keluar?! Cepat lari!!!” seru Iruka khawatir.
“Hahaha, aku bisa membunuh orang sepertimu sekali pukul,” ejek Mizuki dengan tawa meremehkan. Namun, Naruto nampak tidak perduli ucapan Mizuki.
“Cobalah, sampah! Akan kubalas seribu kali” balas Naruto. Tatapannya tajam dan dia bersiap merapal jutsu.
“Coba saja! Kyuubi!!!” teriak Mizuki. Iruka hanya dapat memperhatikan mereka, karena lukanya yang sangat parah. Dan yang terjadi berikutnya membuat Iruka tercengang.
KAGE BUNSHIN NO JUTSU!!!!
Boft!!!
Kini nampaklah Naruto dengan jumlah bunshin yang ribuan banyaknya dan mengelilingi Mizuki. Ternyata dia berhasil mempelajari satu jutsu terlarang yag tertulis di gulungan tersebut.
“Apa?! Apa yang terjadi?!” ucap Mizuki sangat terkejut melihat ribuan bunshin disekelilingnya.
“Ada apa? Bukankah kau mau membunuhku dengan sekali pukul?!” ucap Naruto bersama bunshin-bunshinnya.
‘Naruto, kau telah….” Iruka tercekat.
“Kalau begitu, aku mulai ya?!” serentak Naruto dan bunshinnya menampakan cengirannya dan menyerang Mizuki yang shock berat secarabersamaan.
“AHHHHHHHHH!!!!” teriak Mizuki keras.
*****
‘Hehe, dia benar-benar menjadi seribu. Dan masing-masing adalah tubuh asli, dan bukan ilusi. Mungkin dia benar-benar bisa melampaui hokage sebelumnya,’ ucap Iruka dalam hati dengan bangga. Terlukis senyum tipis dibibirnya melihat Mizuki yang pingsan dan babak belur akibat serangan Naruto.
“Hehe, aku tak bisa kabur tidak jauh ya,” ucap Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Naruto, kemarilah. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu,” pinta Iruka sejenak menghela nafas dan membenarkan posisi duduknya agar lebih tegak.
Beralih ke kediaman hokage…
Nampak semua shinobi berkumpul di depan rumah Sandaime Hokage. Mereka sibuk membicarakan Naruto.
“Seseorang menemukannya?”
“Tidak!”
“Sial! Ini gawat!”
“Dia pasti sudah jauh sekarang!”
“Tidak ada yang perlu dicemaskan,” ucap Sandaime Hiruzen meredam raut cemas di wajah para shinobi yang gagal menemukan keberadaan Naruto.
“???”
“Tuan hokage,” ucap seorang shinobi yang kepalanya seperti dipenuhi perban.
“Dia akan segera kembali,” ucap Sandaime tersenyum tipis.
*****
“Sudah guru?” tanya Naruto yang matanya terpejam.
“Oke, kau bisa membuka matamu,” terdengar oleh Naruto ucapan Iruka. Dan perlahan dia membuka mata. Hal pertama yang dilihat Naruto adalah Iruka yang tersenyum padanya tanpa pelindung kepala.
“Selamat, kau lulus,” ucap Iruka tulus. Naruto seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Angin berhembus seakan ingin membawa kabar tentang perkataan Iruka barusan.
“Ayo kita rayakan! Akan kutraktir semangkuk ramen!” ajak Iruka dengan senyum penuh semangat. Namun, seketika Iruka terheti melihat raut wajah Naruto yang seperti hendak menangis da secara tiba-tiba memeluk Iruka karena terharu.
Perjuangan Naruto untuk menjadi seorang shinobi, baru saja dimulai. Ya, akan kusampaikan nanti saja di tempat ramen.

To be continued!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar